Tim Coredigi Solutions 11 Apr 2026

SHARE

Buyer Journey: Cara Orang Menemukan, Menilai, dan Membeli Produk Anda

Marketplace checkout

Buyer journey adalah proses bagaimana seseorang dari tidak tahu produk kamu, sampai akhirnya memutuskan untuk membeli. Memahami ini penting supaya strategi marketing kamu tidak asal jalan.

Di artikel ini, kita bahas apa itu buyer journey, bagaimana prosesnya terjadi, dan bagaimana bisnis bisa masuk ke dalam perjalanan tersebut.


Apa Itu Buyer Journey?

Buyer journey adalah perjalanan calon pelanggan dari tidak sadar kebutuhan, sampai akhirnya membeli produk atau jasa.

Perjalanan ini melibatkan pikiran, perasaan, dan tindakan sebelum akhirnya membuat keputusan.


Bagaimana Buyer Journey Terjadi?

Biasanya prosesnya tidak langsung beli. Ada beberapa tahap yang dilalui.

Awareness (Sadar Kebutuhan)

Semua dimulai dari ketidaksengajaan. Misalnya kamu lihat konten tentang produk tertentu di media sosial.

Dari sini, muncul rasa penasaran.

Consideration (Mulai Mencari dan Membandingkan)

Setelah tertarik, orang akan mulai mencari di Google atau marketplace. Mereka membandingkan produk, harga, dan brand.

Di tahap ini, bisnis mulai bersaing untuk mendapatkan perhatian.

Decision (Keputusan Membeli)

Setelah merasa yakin, barulah terjadi pembelian. Biasanya dipengaruhi oleh trust, brand, dan kemudahan transaksi.

Banyak orang merasa “sering lihat produk ini” sebelum akhirnya membeli. Itu bukan kebetulan, tapi bagian dari proses buyer journey.


Kenapa Buyer Journey Penting untuk Bisnis?

Tanpa memahami buyer journey, marketing jadi tidak terarah. Kamu tidak tahu harus muncul di mana dan kapan.

Padahal, setiap tahap butuh pendekatan yang berbeda.

Contohnya, orang yang baru sadar kebutuhan butuh edukasi. Sedangkan orang yang sudah siap beli butuh kepercayaan.


Di Mana Bisnis Bisa Masuk dalam Buyer Journey?

Salah satu momen penting ada di tahap pencarian. Saat orang mencari di Google, mereka sedang dalam fase consideration.

Di sinilah website berperan besar.

Berdasarkan data dari marketingltb.com, sekitar 78% konsumen melakukan riset online sebelum membeli.

Artinya, kalau bisnis kamu tidak muncul di Google, kamu kehilangan peluang besar.

Website Membantu Membangun Trust

Saat orang menemukan website resmi, mereka akan lebih percaya. Website memberikan kesan bahwa bisnis kamu serius.

Ini penting terutama untuk bisnis jasa atau produk dengan harga tinggi.

Website Membantu Menguasai Persepsi

Orang akan mencari nama brand setelah tertarik. Kalau yang muncul adalah website kamu, kamu bisa mengontrol informasi yang mereka lihat.

Kalau tidak ada, mereka bisa menemukan kompetitor.


Kesimpulan

Buyer journey adalah proses dari tidak tahu sampai membeli. Di dalam proses itu, ada banyak titik di mana bisnis bisa masuk dan mempengaruhi keputusan.

Website menjadi salah satu aset penting untuk hadir di momen pencarian, membangun trust, dan meningkatkan peluang closing.

Tanpa memahami buyer journey, marketing hanya akan jadi coba-coba tanpa arah.

Bangun strategi marketing yang lebih terarah dan berbasis perilaku customer bersama Coredigi Solutions.

Referensi:

https://marketingltb.com/blog/statistics/consumer-behavior-statistics

Tentang Penulis

Fajri Bagja P

Fajri Bagja P

Website Developer | Digital Marketer Specialize in SEO | Help business build their online presence and get leads from online

Artikel Terkait

Siap Bikin Website Profesional untuk Bisnismu?

Bangun website yang meningkatkan kepercayaan bisnis kamu, tampil profesional di mata calon pelanggan, dan bekerja 24 jam untuk menghasilkan leads.

Konsultasikan kebutuhan bisnis kamu